IBX589487275DEC7 Serba Kilat - Catatan Ira Guslina

Serba Kilat

Oktober 11, 2015
Ning nong, ning nong! Suara penanda panggilan video dari smartphone saya sering berbunyi setiap kali suami berdinas ke luar kota. Kalau tidak pagi, ya malam. Beberapa kali juga berbunyi di siang hari. Seperti Sabtu pekan lalu.

Hari itu, sekitar pukul sebelas siang, nada pengingat itu menyorak lagi ketika saya tengah bermain dengan si sulung Bintang. Suara itu menginterupsi kami yang sedang asyik.

"Pe..., pe..., hape...," ujar Bintang seraya berlari menuju gadget yang terletak di rak buku. Ia yang belum berusia dua tahun, selalu senang setiap kali telepon pintar itu berbunyi. Apalagi kalau yang menghubungi adalah orang yang ia kenal seperti kakek dan nenek.

Wow. Teryata itu panggilan video dari papanya. Segera saya jawab dan aktifkan pengeras suara.

"Assalamualaikum Nak. Papa sudah di bandara ya. Bintang lagi ngapain," ujar suami saya dari area kedatangan Bandara Soekarno Hatta.

Mata Bintang berbinar-binar. Ia tersenyum pada papanya,  lalu mengangkat-angkat kaki. Badannya mengayun kiri dan kanan.

"Da, daa. Kuda. Hrrr..hrreahh...," ujar Bintang menirukan suara kuda. Tak lupa ia mengangkat tangan ke udara seperti kuda yang sedang jingkrak. Saya senyum-senyum saja melihat tingkah anak kami. Saat itu si bungsu Zizi sedang lelap dalam buaian.

Percakapan maya itu terjadi dengan intens. Kami berbicara layaknya tengah berhadap-hadapan. Lancar dan tanpa loading. Tak ada lagi istilah putus nyambung seperti yang dulu sering dikeluhkan pengguna internet. Kecanggihan teknologi informasi dan era digital benar-benar telah menghapus jarak di antara kami.

Saya tentu saja beruntung menjadi bagian dari pengguna layanan internet cepat ini. Tak hanya panggilan video, banyak hal yang bisa dilakukan dengannya. Dari A sampai Zet.

Dulu sewaktu masih aktif di dunia kerja, internet menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas. Saya bisa bayangkan bila satu hari saja tak terhubung internet, pasti akan ketinggalan banyak hal. Terutama informasi pembagian tugas harian dari bos.

Sekarang, setelah tulen menjadi ibu rumah tangga, tetap saja saya tak bisa putus hubungan dengan internet. Paling tidak sekadar update informasi agar tetap bisa menjadi partner diskusi suami. Maklum, setiap pulang kerja, papanya anak-anak hobi sekali meng-highlight berbagai isu, baik politik, ekonomi, ataupun soal sosial budaya yang tengah hit. :-)

Serba Online

Semua dapat dilakukan dengan internet cepat.
Sumber : Smartfren
Serba online. Begitulah kira-kira gambaran gaya hidup banyak orang saat ini. Termasuk juga keluarga kami.

Sejak internet semakin mudah diakses, keluarga kami jadi tak bisa terpisahkan dengannya. Tentu saja untuk kepentingan positif. Internet sehat, begitu yang selalu dikampanyekan kementerian komunikasi dan informatika.

Demi mendukung lifestyle serba online ini, gadget saya terisi beragam aplikasi yang siap digunakan kapan saja. Jenis aplikasinya pun bermacam; shop online, tiket online, ojek online, game online, dan beberapa aplikasi media sosial.

Kebiasaan serba online ini terbukti telah membantu saya dalam banyak hal. Apalagi saat ini jagoan dan srikandi kami masih kecil. Tentu bakal sangat repot kalau harus mengubrek pasar untuk mencari ini dan itu. Begitu juga untuk kebutuhan lain.

Ketika kami pulang kampung atau jalan-jalan keluar daerah, kini tak perlu repot-repot mendatangi agen travel. Cukup dengan sentuhan jari, kami bisa memesan dan membeli tiket secara online. Begitu pula sewaktu memesan hotel. Perjalanan luar kota pun jadi semakin mudah. Layanan internet cepat juga sangat membantu ketika kami harus mengakses GPS atau google map sebagai penunjuk arah.

Belanja berbagai kebutuhan seperti pakaian, mainan anak, tak jarang pula saya lakukan lewat online. Waktu lebaran kemarin, tak perlu berdesakan di Tanang Abang atau mall untuk membeli baju baru. Tinggal buka internet, pilih toko online, dan tap. Pesan, lalu bayar. Tunggu beberapa hari pesanan sampai.

Sekarang ada yang lebih mantap lagi. Bila sedang tak semangat membuat camilan, saya lagi-lagi mengandalkan gadget dengan layanan internet cepat. Buka aplikasi, cari restoran favorit, lalu pesan. Wuss, tak sampai hitungan jam, pesanan kami terhidang di meja tanpa harus keluar rumah.

Dan tentu, sebagai blogger, internet yang cepat dan stabil juga sangat saya perlukan. Bagaimana pun, toh saya tetap perlu  memperkaya wawasan dengan berselancar ke banyak situs.  Urusan unggah dan edit juga jauh lebih gampang. So, say no to sinyal putus nyambung. He... :-)


3 komentar:

  1. Memang sekarang internet sudah hampir menjadi kebutuhan primer, setiap orang nggak bisa jauh-jauh dari internet, apalagi para pelajar. :) Semoga menang ya lombanya.

    BalasHapus
  2. Yup. di kereta, angkot, bus, bahkan ada yang sambil jalan. Sudah jadi kebutuhan "primer" kan? :-)

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.