IBX589487275DEC7 Kisah Khamid dan Sebuah Kotak Ajaib - Catatan Ira Guslina

Kisah Khamid dan Sebuah Kotak Ajaib

Desember 31, 2017


Selalu ada jalan untuk mereka yang tak mudah menyerah.

***

Senyum cerah mengambang di wajah Abdul Khamid menyambut kedatangan saya dan keluarga saat bertandang ke tempat usahanya di Desa Gringsing, Batang, Jawa Tengah, akhir November lalu. 

"Saya tak pernah menyangka akhirnya bisa membuka bengkel sendiri," ujar Khamid malu-malu. 

Ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat pria kelahiran 21 tahun sempat ragu bermimpi.  Namun siapa sangka, jalan takdir berkata lain. Kegigihan dan semangat untuk belajar justru membawa Khamid menuju jalan baru.

***

Sejak tinggal di Semarang, saya baru kali itu berkunjung ke Batang. Kami belum terlalu hapal wilayah. Ditambah lagi, saya belum pernah bertemu dengan Mas Khamid. Kami pun membuat janji bertemu tak jauh dari kantor Polsek Gringsing. Karena itu, setelah bertemu, ia langsung memandu kami menuju tempat usahanya yang berada di desa.

Lima menit berkendaraan kami tiba di lokasi usaha Mas Khamid. Sebuah bengkel sederhana. Bangunannya terbuat dari kayu. Terletak di pojok paling kiri menempel dengan beberapa warung usaha lain.

“Maaf ya agak berantakan. Ini sedang renovasi untuk pengembangan ke samping,” ujar Khamid.

Sudah lebih setahun Khamid membuka usaha bengkel. Ia menerima jasa perawatan motor, mulai dari tambal ban, service, ganti oli, hingga bongkar mesin. Meski tempat usahanya sederhana, Khamid bisa melayani kerusakan cukup serius seperti layanan yang biasa diberikan bengkel besar.

Sebelum menyewa tempat, ia menjalankan usaha bengkel di rumah orang tua. Lokasinya tak jauh dari jalan desa. Karena usaha makin berkembang, ia pun memberanikan diri menyewa tempat. Lokasi pertama berada di pinggir lapangan desa. Setelah setahun, pemilik lahan enggan memperpanjang kontrak. Ia pun kemudian pindah ke lokasi sekarang, di pinggir jalan desa.

Di tempat baru, makin banyak pelanggan yang datang. Setiap hari ia bisa melayani sampai 10 pelanggan. Setelah sebulan, ia pun memberanikan diri melebarkan lokasi usaha.

“Biar pelanggan betah dan semoga makin bertambah,” ujar Khamid sumringah.  

Bermula dari Kotak Ajaib 



Bisa membuka usaha bengkel sendiri memang merupakan impian Khamid sejak sekolah.  Namun, ia tak pernah menyangka bisa mewujudkan secepat itu. Umur yang muda membuat ia tak berani bermimpi tinggi-tinggi. Apalagi kondisi keuangan keluarga yang serba pas-pasan.

Ibunya hanyalah pedagang kecil. Sedangkan ayahnya tukang serabutan. Mereka keluarga sederhana yang tak memiliki tabungan banyak untuk bisa digunakan memulai usaha.  

Khamid adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 3 Weleri Kendal Jawa Tengah. Khamid tamat pada 2014 dengan jurusan Teknik Sepeda Motor. Ia merupakan lulusan angkatan pertama untuk jurusan ini ketika sekolahnya mulai bekerjasama dengan industri otomotif. Saat itu, belum banyak yang berminat mengambil jurusan teknik sepeda motor.

Bentuk kerjasama berupa pelatihan. Barulah pada 15 Januari 2014, beberapa bulan menjelang kelulusannya, SMK Muhammadiyah 3 Weleri tempat Khamid menimba ilmu menandatangani kerjasama secara terbuka dengan PT Astra Honda Motor (AHM). Kerjasama itu berupa penerapan Kurikulum Teknik Sepeda Motor Honda.

Peresmian kerjasama dengan PT AHM disaksikan langsung oleh Bupati Kendal dan Kepala Dinas Pendidikan . Melalui kerjasama itu, Khamid bersama 41 siswa lainnya mendapat program pelatihan intensif tentang dunia berbengkelan. Penerapan kurikulum standar membuat sekolah memiliki panduan lebih detil dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja.

Setelah tamat, Khamid bekerja di beberapa bengkel. Ia pernah mengikuti program magang kerja di AHASS –bengkel resmi Astra Honda—.  Selama bekerja di AHASS, Khamid banyak mendapatkan ilmu mengenai perbaikan dan service motor. Teknik sederhana sampai menangani kerusakan tinggi sudah pernah ia tangani.

Enam bulan bekerja di Ahass, Khamid dilanda rasa bimbang. Jarak Kendal-Batang terbilang jauh. Ia harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk transportasi dan makan. Lama kelamaan ia merasa penghasilan yang ia terima tak sebanding dengan pengeluaran yang harus dibayarkan setiap bulan. Akhirnya ia bekerja di bengkel mandiri sekitar rumahnya.

“Kalau dihitung ongkos bolak-balik dan untuk makan jadi tidak imbang. Di situ saya mulai berpikir untuk memilih kerja yang dekat saja.”

Pada awal 2016, Tuhan memberikan takdir baru. Salah seorang guru menghubungi Khamid dan 9 alumni teman seangkatan Khamid. Mereka dipanggil datang ke sekolah. Mulanya, Khamid diminta membantu-bantu memberikan pelatihan dasar untuk murid SMK. Pada saat bersamaan, pihak sekolah mengadakan kerjasaman lanjutan dengan PT Astra Honda Motor.

Lewat kerjasama itu, SMK Muhammadiyah 3 Weleri Kendal dipercaya sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan Sertifikasi Nasional Jurusan Teknik Sepeda Motor Honda. Peresmian merupakan tindak lanjut dari MoU “Kurikulum Teknik Sepeda Motor Honda” yang sudah ditetapkan beberapa tahun sebelumnya. Dengan kerjasama itu,  sekolah tempat Khamid pernah menimba ilmu menjadi SMK TUK ke-24 di Indonesia.

Dengan penetapan ini, maka pihak sekolah berhak memberikan Sertifikasi atas kompetensi lulusan SMK Jurusan Teknik Sepeda Motor. Lulusan SMK yang sudah mendapat Sertifikasi dari SMK TUK, bisa langsung bekerja di jaringan Honda baik pabrik atau AHASS tanpa harus melalui training lagi.


Peresmian itu menjadi lompatan besar bagi Khamid. Apalagi, bersamaan dengan peresmian, ia bersama 3 alumni lain mendapat beasiswa dari Astra untuk mengikuti program magang lanjutan di AHASS selama 3 bulan.


Pada tanggal 15 Januari 2014 SMK Muhammadiyah 3 Weleri bekerjasama dengan Astra Honda Motor (AHM) melucurkan  kurikulum pendalaman teknik sepeda motor khususnya untuk Honda yang di resmikan Bupati Kendal serta jajaran Dinas Pendidikan. MOU Kurikulum Teknik Sepeda Motor Honda ini  ditandatangani oleh pihak AHM  dengan Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 3 Weleri.   Sumber Foto : http://smkhondamuh3welerikendal.blogspot.co.id/

Selama magang itulah ia mendapat bekal ilmu baru mengenai perbaikan model motor injeksi yang merupakan seri terbaru teknologi motor dan juga pelatihan motor umum. Tak hanya itu, ia juga mendapat pembinaan lanjutan dari Astra.

“Yang paling membekas dan sangat memotivasi karena saya juga dapat bantuan pembinaan dan “kotak ajaib” berisi spesial tool dari Astra.”

Kotak ajaib yang dimaksudkan Khamid adalah kotak mekanik berisi perlengkapan perbengkelan. Berisi kunci-kunci yang memang dibutuhkan dalam memperbaiki motor.

Selain kotak ajaib, beasiswa dan uang pembinaan yang diperoleh dari Astra membuat Khamid  bersemangat untuk membuka usaha sendiri. Apalagi, ibunya mengingatkan agar ia lebih memanfaatkan masa muda dengan berani memulai usaha.

Selama beberapa hari Khamid bimbang. Antara mau memulai usaha sendiri namun terkendala dengan modal. Namun kemudian,setelah mendapat bantuan modal dari orang tua, membulatkan tekad, ia kemudian memberanikan diri membuka bengkel kecil-kecilan di rumah.

Tak hanya bagi khamid. Kerjasama yang dilakukan SMK Muhammadiyah 3 Weleri dengan PT Astra Motor Honda juga menjadi berkah untuk temannya, Teddy. Teddy adalah alumni lain yang mendapat beasiswa dan kotak ajaib dari Astra.


Seperti halnya Khamid, Teddy juga sudah berani membuka bengkel sendiri di rumah. Bedanya, Teddy lebih mengkhususkan perbaikan untuk motor jenis tertentu. Namun, dibanding  Teddy, bengkel yang dikelola Khamid lebih besar.



Di Jawa Tengah, SMK Muhammadiyah 3 Weleri bukanlah satu-satunya sekolah binaan Astra. Dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu, Kepala Astra Honda Motor Jawa Tengah Pak  Yohanes Kurniawan mengatakan saat ini sudah ada 78 SMK yang melakukan MoU dengan Astra terkait transfer ilmu teknologi sepeda motor Honda.

Bentuk nyata kerjasama itu dengan konsep link and match. Artinya Perusahaan memberi akses yang lebih luas kepada alumni lulusan SMK yang sudah bekerjasama untuk langsung magang dan bekerja di jaringan Astra Honda Motor termasuk Ahass yang tersebar di seluruh Jawa Tengah.

“Kerjasama ini merupakan bagian dari supplay and demand. Ada kebutuhan dari perusahaan, dan kebutuhan dalam pendidikan di masyarakat. DItambah lagi kami mendukung program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui program link and match,” ujar Pak Yohanes dalam konferensi pers di Semarang, pertengahan November lalu.  

Pembinaan terhadap siswa SMK merupakan salah satu bentuk kongkrit penerapan empat pilar perusahaan di bindang pendidikan. Dalam pilar pendidikan Astra mengembangkan kurikulum tepat guna yang memang dibutuhkan oleh dunia kerja melalui kurikulum khusus teknik sepeda motor Honda. Selain berupa bantuan materi pengajaran, juga ada bantuan sepeda motor untuk pratikum. Juga ada pemberian training dan sertifikasi baik untuk guru dan siswa. 

Saat ini, secara nasional, PT Astra Honda Motor sudah melakukan pembinaan dan kerjasama dengan 653 sekolah menengah kejuruan di seluruh Indonesia. Kerjasama ini mellibatkan sekitar 315 bengkel, 152 dealer dan 500-an toko sparepart. Untuk penunjang program juga dilakukan kunjungan pabrik, kontes mulai dari tingkat wilayah hingga tingkat nasional.

Sejak dilaksanaannya kerjasama dengan sejumlah SMK di tanah air, sekarang sudah lebih dari 250 siswa yang langsung bekerja dengan Astra. Ada dua jenjang karir yang disiapkan yaitu mekanid dan juga service advicer yang menganalisa kerusakan.

“Astra ingin bisa memberi manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat dan lingkungan.”

Berani Bermimpi Besar



Sejak membuka usaha sendiri, Khamid merasa hidupnya jauh lebih baik. Penghasilan yang ia dapat saat ini bisa dua kali lipat dibanding ikut dengan orang. Ia juga terus belajar mengelola uang dengan baik agar bisa membuka usaha yang lebih besar. 

Setiap hari Khamid menabung ke koperasi keliling. Ia tak mau meminjam karena takut terjerat hutang. Tabungan harian itulah yang setiap bulan ia putar untuk membeli spare part dan kebutuhan bengkel.

Kini, Khamid sudah berani bermimpi. Ia ingin memiliki bengkel yang lebih besar sehingga bisa membuka lapangan kerja baru untuk lulusan SMK lainnya.

“Saya ingin memajukan bengkel segede mungkin. Saya ingin punya Ahass sendiri.” Ujar Khamid bersemangat.
               
Di usia yang masih muda, ia tak takut untuk berwirasuha. Tetaplah bersemangat Khamid, agar bisa berkontribusi untuk bangsa. Semoga bisa menjadi inspirasi untuk generasi muda lainnya. J

13 komentar:

  1. Semoga usaha khamid makin lancar ya :D

    BalasHapus
  2. Gigih ya mbaa... Selalu nabung di koperasi keliling, rajin. Mdh2an terwujud keinginan Khamid yg ingin punya bengkel sendiri

    BalasHapus
  3. Inspiring banget. Sosok anak muda yang tak kenal gentar dengan kerasnya hidup. Kadang saya lupa bersyukur dan bekerja keras untuk bisa hidup lebih baik lagi. Makasih mbak buat sharingnya yang penuh makna

    BalasHapus
  4. Biasanya orang ta kalau mau masuk jurusan selalu ngeliat kredibilitas jurusan tersebut dulu tapi ini Khamid keren ya, ditambah rajin juga bocahnya..

    BalasHapus
  5. Sukses terus untuk Khamid. Semoga harapannya untuk memperluas bengkel dan membuka lapangan kerja baru untuk lulusan SMK lainnya bisa segera terwujud.

    BalasHapus
  6. Dengan kotak ajaib siapapun yang pernah magang di ahass bisa membuka bengkel nya sendiri ya mba.. baiknya astra

    BalasHapus
  7. Semangat khamid! Mudah-mudahn bengkelnya berkembang pesat.

    BalasHapus
  8. Keren ya semangat berjuang dan wirausahawan

    BalasHapus
  9. Semoga sukses dan impian mas Khamid terwujud. Aamiin. Sisok yang menginspirasi berkat kerja kerasnya ^^

    BalasHapus
  10. Hi Mbak Ira, long time no see.
    Senang membaca kisah perjuangan seperti ini. Semoga kegigihan Khamid dapat memajukan bengkel miliknya, membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

    BalasHapus
  11. Semangat Khamid, usaha terus ya jangan pantang menyerah.

    BalasHapus
  12. Khamid, sukses terus yaaa.. Keren banget euy!

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.