IBX589487275DEC7 Lebaran Syahdu di Budapest - Catatan Ira Guslina

Lebaran Syahdu di Budapest

Juni 15, 2018


Suara Takbir dan Tahmid berkumandang tanpa henti pagi hari, Jum’at 15 Juni 2018 di Kediaman Duta Besar RI untuk Hongaria, Y.M Wening Esthyprobo. Dubes RI, para staf dan keluarga besar KBRI Budapest, PPI Hongaria dan WNI Indonesia serta Pecinta Indonesia berkumpul untuk merayakan Idul Fitri.

Ah senang sekali rasanya mendengar kabar bahagia ini. Perayaan Idul Fitri yang semarak di berbagai belahan negara membuat suasana lebaran menjadi semakin berkesan.


Jika pada tahun-tahun sebelumnya shalat Ied dilaksanakan di dalam ruangan, tahun ini, karena membludaknya jumlah WNI di Hongaria yang belakangan ini bertambah cukup signifikan, maka Shalat Ied, mengambil tempat di halaman belakang Wisma Duta RI. Memang, selama kepemimpinan Dubes Wening, jumlah WNI di Hongaria naik hampir 300%, sebagian besar merupakan Mahasiswa dan para pekerja profesional.

Dalam sambutannya, Dubes RI kembali mengingatkan mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dan pentingnya memperlihatkan jati diri Indonesia cerminan suatu bangsa yang santun, ramah dan berprestasi. Sebagai muslimin dan muslimat Indonesia yang sedang berada di Hongaria, perlu menebarkan citra Islam yang penuh rahmatan lil alamin.





Yang terasa berbeda di Acara Halal Bihalal dan perayaan Idul Fitri tahun ini adalah Duta Reggae Indonesia, Ras Muhamad mengalunkan sebuah single baru bernafaskan Islam berjudul Meta Master Eye Allah.

Berbeda dari karya-karya sebelumnya yang sering ditampilkan dalam konser Reggae, untuk pertama kalinya Meta Master Eye Allah yang diperkenalkan kepada publik ini merupakan hasil perenungannya tentang keagungan Sang Pencipta. Ras Muhamad, pengagum Rumi sang penyair Sufi tersebut melantunkan lirik lagu barunya dengan gaya berbisik hanya diiringi alunan Piano yang mampu menghanyutkan kalbu hadirin.

Duta Reggae Indonesia tersebut sedang berada di Eropa, untuk mengisi beberapa panggung Festival serta menggarap Album Satryo, yang proses rekamannya dilakukan di Berlin dan di Munchen, Jerman Barat. Ras berujar bahwa Album barunya nanti tak melulu bernuansa Reggae.

Album Satriyo akan lebih bersifat pengalaman insaniah, seperti Meta Master Eye Allah yang lirik lagunya seputar kerinduan kepada Sang Penguasa Jagad Raya. Ras Muhamad menyampaikan bahwa lagu tersebut merupakan hasil tafakur, telaah-an, pemikiran tentang bagaimana dirinya sebagai seorang muslim seperti halnya manusia lain di dunia memiliki hak yang sama, dapat menjadi apapun yang diinginkannya dan berkontribusi untuk kebaikan dunia.

“Seperti halnya tangis dalam doa, bermusik juga wujud dari Doa, sebagaimana lirik yang dibisikkanya … Reaching to the Supreme, Fullfilling on my duties, 5 times of daily routine, In Oneness, absolutely, Peace, Masya’allah” ujar Ras seperti dikutip dari rilis resmi yang saya terima.

Yang tetap sama dan selalu ada di Perayaan Idul Fitri adalah hidangan khas Lebaran, seperti Opor Ayam, Rendang, Ketupat dan kue-kue kering lainnya. Hidangan-hidangan ini bagi WNI di Hongaria merupakan obat kangen tanah air dan keluarga yang jauh di mata.

***


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.